Menurut gw ada dua sesat pikir tentang design thinking yang pernah gw punya atau sering gw liat di kalangan perdisenan:
1. We, designers, own user experience
2. We, designers, design the best solution for our users

Let’s talk about the first notion: we, designers, own user experience. Hal ini mungkin terjadi karena profesi UX Designer lah yang mempopulerkan istilah user experience ini. Efek buruknya, semua hal yang berhubungan dengan user seakan-akan jadi tanggung jawab dan ownership-nya UX Designer.

Padahal secara praktiknya, domain kita kadang hanya terbatas pada apa yang kita design di layar sebuah handphone. Apa yang kita design di layar itu biasanya hanya beberapa puluh persen dari pengalaman pengguna produk kita. Dimulai sejak pengguna kita melihat iklan di TV, berkunjung ke application store buat mengunduh aplikasi kita, memakai aplikasi e-commerce kita, membeli barang secara online, berurusan dengan perusahaan logistik, dan berurusan dengan customer service. Gak mungkin semuanya jadi tanggung jawab kita. …

About

Yoel Sumitro

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - and finally back to Jakarta!

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store