Selalu Beri Jangkar ke Boss Kita

Setiap kali team gw harus mempresentasikan ide design yang stake nya tinggi (seperti design yang perlu development yang lama dan mahal atau project redesigning), gw selalu meminta untuk disiapkan lebih dari dua pilihan design.

Trick ini sebenernya sudah sangat lazim di dunia ahensi dan bahkan para audience ide-ide design kita juga kebanyakan sudah tau tentang konsep “illusion of choice” ini. Tapi tetap saja gw encourage tim gw untuk membuat lebih dari 1 opsi design. Berikut beberapa alasannya.

  1. Mendorong divergent way of thinking

Mungkin karena efek buruk sistem pendidikan SD-SMA kita yang satu arah, gw merasa susah banget untuk berpikir kreatif, out of the box, dan divergent. Untuk mengalahkan habit yang sudah dibentuk dari 12 tahun pendidikan kita ini, ga ada cara lain selain membuat habit baru ini. Dan terkadang habit ini harus di-nudge dengan sistem-harus-explore-design-lebih-dari-satu ini

2. Everyone can comment on design

Gw pernah bahas ini di tulisan lainnya bahwa secara umum: semua orang bisa memberikan komen tentang design. “Koq kayanya terlalu meriah yah warnanya”, “Ini dibikin lebih meriah bisa ga designnya”. Untuk itu memberi lebih dari satu pilihan design bisa menjawab kebutuhan stakeholder kita untuk “sekedar” memberi komen akan opsi pilihan design kita.

3. High stakeholders sometimes need to exercise their power

Yang ketiga berhubungan dengan power dynamic yang biasa terjadi di hampir semua perusahaan atau client-ahensi relationship dimana high stakeholders butuh untuk exercise power mereka. Sangat normal karena ya mereka butuh menunjukkan bahwa mereka adalah the important persons. Sekali lagi, kita berusaha menjawab kebutuhan mereka ini demi kemaslahatan bersama. :)

Gw pernah denger ada sebuah trick dari seorang designer yang sengaja selalu putting satu hal bizzare di designnya (gambar bebek di tengah2 design minimalis misalnya), supaya reviewernya bisa komentarin hal bizzare itu — dan kebutuhan untuk exercise powernya terpenuhi,

4. People struggle to measure the value of an object in a vacuum thus we need to give them an anchor

Yang ini menurut gw yang paling penting dan berhubungan dengan teori behavior economic dimana orang susah sekali untuk menilai harga dari sebuah objek. Misalkan gw kasih tunjuk ke boss gw sebuah speaker minimalis berwarna metalic emas dan memberi label harga 8 juta, akan susah banget buat boss gw memutuskan untuk apakah harga 8 juta itu sepadan dengan nilai speaker emas itu.

Akan berbeda kasusnya ketika gw juga menawarkan speaker minimalis lainnya yang berwarna metalic hitam dan memberi label harga 7 juta. Boss gw akan mulai berpikir “secara rasional” untuk membandingkan trade-off 1 juta ini dengan preferensi warna dia.

Sama juga dengan nilai sebuah design, ketika gw mengajukan satu konsep design yang risknya cukup tinggi, akan susah buat boss gw untuk memutuskan value dari design itu. Dengan memberikan lebih dari satu pilihan design, kita sedang menentukan “anchor” yang bisa membantu boss kita membuat keputusan.

Yoel

(Karena tampang gw yang pas2an, kalau mau ngedeketin seseorang , gw selalu berusaha ajak temen yang jauh lebih “jelek” dari gw buat nemenin. Thanks buddy. :p )

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - Jakarta. Tweet @ SumitroYoel

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store