“Kamu harus lebih strategis dong kalau sudah jadi Senior Product Designer”

Ketika semakin senior, seorang product designer suka diminta untuk “lebih strategis”. Gw lumayan beberapa kali mikir, ini maksudnya opo sih. Padahal lebih strategis ini itu macam-macam konteksnya. Apa lebih strategis dalam operation? Lebih strategis dalam mendefinisikan design process? Atau lebih strategis dalam scaling design team atau practice? Dari berbagai macam context dari “strategy” itu, menurut gw sebagai individual contributor, menjadi “lebih strategis” adalah lebih jago “product strategy” skillnya.

Lalu apa yang dimaksud dengan product strategy skill ini? Menurut gw corenya ada tiga ini:

  1. Discover and define problems
  2. See and explore opportunities
  3. Make product decision

Tiga itu aja menurut gw. Product designer yang “belum strategis” ya skillnya banyak dilatih setelah point nomer ketiga, setelah sebuah product decision dibuat. Menjadi lebih strategis berarti melakukan aktivitas-aktivitas sebelum sebuah product decision diambil.

Aktivitasnya ngapain aja di 3 core skill itu? Gimana cara melatih skill itu? Ini menurut gw tipe-tipe aktivitas dan turunan skill yang bisa dilatih.

  1. Discover and define problems
    - Nature: dari objek CONCRETE -> ABSTRACT
    - Divergen dan convergen
    - Contoh aktivitas: observasi, secondary research, analisis customer reviews, analisis funnel conversion data, analisis socmed
    - Skill utama: conducting primary & secondary research skill, grouping and summarizing skills, deductive reasoning
  2. See and explore opportunities
    - Nature: dari objek ABSTRACT dimanipulasi -> ABSTRACT BARU
    - Divergen
    - Contoh aktivitas: refleksi, menulis, workshop, bengong, sketching, ideating
    - Skill utama: kreativitas, abduction, facilitating workshop
  3. Make product decision
    - Nature: masih di objek ABSTRACT
    - Convergen
    - Contoh aktivitas: membuat/mempengaruhi product roadmap/product decision, presentasi, nemawashi
    - Skill utama: critical thinking, using the right mental model, inductive reasoning

Ketika gw menurunkan “product strategy” ini jadi 3 hal: problem, opportunity, dan decision, gw jadi ga terlalu ngawang ketika dibilang “ayo lu lebih strategis dong”. Dan lebih kebayang lagi sebenernya gw bisa melakukan aktivitas dan refleksi apa untuk bisa jago di strategic skill itu.

Semangat untuk menjadi “lebih strategis” lagi.

Yoel

(Kalau di atas kan spesifik tentang menjadi lebih strategis untuk IC designer, kalau menjadi “lebih strategis” untuk IC researcher, gimana dong? Apakah sama? atau beda?)

--

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - Jakarta. Tweet @ SumitroYoel

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Yoel Sumitro

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - Jakarta. Tweet @ SumitroYoel