Design Manager vs Design Lead

Ada dua naming yang berbeda di dunia design: Design manager dan design lead. Lalu bedanya apa? Kenapa kalau di dunia accounting, ga ada tuh accounting manager dan accounting lead. Ga ada juga kitchen manager dan kitchen lead. Atau financial manager dan financial lead. Biasanya ya cuman manager aja. Nah gw akan ambil definisi Chris Avore untuk membedakan dua naming ini.

Menurut dia “Design management refers to the act and responsibility of managing designers” dan “Leadership is the practical skill of influencing others without mandate or decree…Design leadership refers to creating and nurturing an environment where curiosity, growth, inclusivity, innovation, discovery, and iteration can thrive, both within itself and beyond.”

Dari dua definisi di atas, ada 3 kriteria utama pembeda keduanya:

Design Manager vs Design Lead
1. Managing designers vs Ga harus managing designer.
2. Dengan mandat/otoritas resmi vs Ga harus dengan otoritas resmi
3. Focus di people managing skill vs Focus di creating dan nurturing environment/culture di design team dan ke luar design team

Jadi kalau dari 3 kriteria di atas, design manager itu ya lumayan mirip pekerjaannya di fungsi-fungsi lainnya (accounting, financial, kitchen. engineering). Engineering manager juga managing engineer, dengan otoritas resmi, dan focus di people managing skill.

People managing skill ini apa aja. Cukup umum tasknya: hiring designer, conducting one-on-one meetings, reviewing bonus, and salary, writing performance review, managing head counts, managing budget. Fungsi2 ini sekali lagi ada di fungsi engineering, kitchen, dan financial juga.

Lalu kenapa di design ada fungsi/ naming lain, yang namanya “design lead”?

Kalau dari definisi design lead di atas, ini contoh aktivitas-aktivitas yang biasanya dilakukan oleh seorang design lead:

  1. Mencoba menjual practice2 design: design system, design ops (“Boss, kita perlu punya design system kayanya”)
  2. Mencoba mempengaruhi boss untuk pake Figma (“Apa itu Figma?” “Kog mahal banget? Ga bisa pakai Corel Draw aja?”)
  3. Disuruh menulis job desc untuk “UX Writer” (“Ini tolong dong dibikinin job desc UX Writer, bedanya sama content writer apa yah?”)
  4. Mencoba melakukan UX Research di perusahaan yang belum mempunyai culture research (“Kita cobain dulu deh lakuin UT ini. Ga usah minta izin PMnya dulu”)
  5. Jualan pentingnya design dengan cara undang pembicara luar atau share2 artikel ke boss2 (“Ini article bagus dari McKinsey tentang value design, boss”)
  6. Translate feedback tentang design dari boss2 yang ga tau design (”Maksud lu dari minta buttonnya diperbesar itu users ga bisa lihat kalau bagian ini yang paling penting yah?”)
  7. Diminta tolong HR, untuk designing career path untuk designer (“Ini bedanya junior dan senior designer apa yah?)

Ada satu benang merah dari aktivitas-aktivitas di atas yang bisa menjawab kenapa koq bisa ada “design lead” role. Padahal ga ada tuh kitchen lead atau accounting lead.

Apa benang merahnya? Benang merahnya satu: aktivitas-aktivitas di atas timbul karena bidang “UX Design” yang belum lama menjadi sebuah fungsi di perusahaan. Karena umurnya yang lebih muda ini, kebanyakan orang tidak tahu “design” itu binatang apa. Ga banyak yang tau kenapa harus ada workshop-workshop sebelum mendesign. Ga banyak yang mengerti kenapa design perlu di-involve dari awal. Ga banyak yang tahu bedanya UI Designer, UX Writer, Design Ops, UX Researcher, Design Program Manager, Design Producer, UX Engineer, Design Prototyper, UX Illustrator, UX Motion Designer, dan role-role baru di ranah digital design yang terus berkembang.

Sebaliknya di bidang lain seperti accounting misalnya, tidak perlu ada yang mengadvocate ke CEO tentang pentingnya membeli license Microsoft Excel yang mahal itu sebagai salah satu tool utama. Atau tidak perlu ada yang bertanya-tanya kenapa untuk reimburse harus melewati proses tertentu.

Benang merah lainnya, tidak hanya aktivitas “design lead” itu utamanya mengadvocate tentang value design ke pihak lain, tapi tentang natur dan school of thought dari aktivitas design yang sangat berbeda dari bidang science. Karena nature yang berbeda tersebut, design lead diperlukan untuk membangun and nurture environment yang berbeda untuk para designers bisa thrive. Tentang nature ini, gw coba tulis di waktu lain. Tapi kesimpulan lainnya: design lead bisa menjadi subset role dari design manager. Karena kebutuhan design yang berbeda ini, design manager harus melakukan 2 task yang berbeda: people managerial dan design leadership.

Yoel

(Jadi semua orang bisa menjadi design lead walaupun dia ga punya title resmi sebagai design/people manager. Ya kamu dan kamu! — dengan nada Mario teguh)

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - Jakarta. Tweet @ SumitroYoel

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Yoel Sumitro

SVP of Product Design @tiket.com | Ex-Bukalapak | Ex-Uber | Indonesia - Seattle - Singapore - Germany - Nomad - Jakarta. Tweet @ SumitroYoel