Butuh Courage untuk Pergi Ke “Luar”

Yoel Sumitro
2 min readNov 18, 2023

Gimana caranya biar bisa kerja di “luar”? Pertanyaan ini lumayan sering gua terima. Bekerja di luar seperti adalah sebuah coveted status untuk orang Indonesia. Di suatu hari di minggu lalu, gua realize kalau untuk benar2 melakukan ini, butuh courage.

Realizationnya terjadi karena dua instance. Instance yang pertama, gua lagi jalan2 aja di tengah gedung2 tinggi di London. Trus ntah kenapa langsung terbersik di pikiran gua “Gua ga mau ih kerja di London. It feels so dark so lonely so depressing. I am scared. I don’t think I want it now. Gua mau hidup di kota yang less intensed kaya di Berlin aja”. Entah karena faktor umur atau lagi winter dan gua kekurangan hormon serotonin, tapi itu yang gua rasakan minggu lalu.

Instance yang kedua, ketika gua ketemu sesama diaspora Indonesia yang lagi kerja di Amsterdam. Gua tanya ke dia “tertarik ga pindah kerja ke London. Lu kan dulu kuliah di UK, harusnya suka ga sih tinggal di sini”. Dengan reluctant dia menjawab “Ga dulu deh el. Gua ga bayangin susahnya harus mulai dari awal lagi (adaptasi) semuanya”.

Kenapa yah kita berdua jadi “cupu” gitu? Bisa takut dengan sebuah kota: London… Di situ la gua sadar buat pindah ke luar itu beneran butuh bravery and courage. Terutama untuk yang pernah babak belur dirajam sama “dingin”nya tinggal di luar — kayanya kita jadi lebih risk averse untuk melakukan itu lagi. :p

--

--

Yoel Sumitro

Senior Director, Product Design at Delivery Hero I Ex-tiket.com, Bukalapak, Uber, adidas I Berlin I Tweet @ SumitroYoel