Anxiety? Survivor Guilt?

Yoel Sumitro
1 min readAug 19, 2023

Satu setengah terakhir, dunia tech sedang gonjang-ganjing. Layoff dimana-mana. Orang bilang bubble-nya akhirnya meledak.

Gw-pun merasakannya. Tahun lalu, mungkin ada beberapa tim design yang punya budget untuk hire gw sebagai konsultan mereka atau sekadar mengisi satu-dua workshop. Tapi tiba-tiba tahun ini hampir semua perusahaan itu mengencangkan pinggang mereka. Bahkan ada dua design/research manager yang gw kerja bareng waktu gw sebagai konsultan juga terkena layoff.

Jumlah perusahaan yang approaching LinkedIn gw juga jauh-jauh berkurang. Dalam satu bulan mungkin rata-rata paling banter ada 2 perusahaan yang mengirim pesan LinkedIn ke gw.

Layoff juga langsung menyentuh orang2 yang gw kenal secara pribadi – atau tim design/research mereka. Beberapa orang suka share ke gw secara langsung tentang traumatisnya harus memilih orang2 yang harus mereka layoff.

Gw sendiri tampaknya terkena availibility bias – yaitu bias yang membuat kita lebih memprioritaskan/menggangap sesuatu terjadi lebih sering karena seberapa hot/menyeramkan sebuah kejadian. Seperti orang yang takut naik pesawat karena berita kecelakaan pesawat yang mengerikan – padahal statistika orang yang meninggal karena kecelakaan mobil jauh lebih tinggi daripada kecelakaan pesawat.

Gw jadi super anxious juga. Hahaha. Gw takut jika one day gw akan terkena efek tech bubble burst ini.

Gw takut kalau gw akan kehilangan pekerjaan.

Gw takut kalau gw akan susah mencari pekerjaan baru.

Gw takut kalau gw akan menganggur dan ga bisa bayar cicilan.

Kalau kalian gimana? Do you feel similar anxiety?

--

--

Yoel Sumitro

Senior Director, Product Design at Delivery Hero I Ex-tiket.com, Bukalapak, Uber, adidas I Berlin I Tweet @ SumitroYoel